Hujan Membawa Cerita

Hujan Membawa Cerita





     Berawal dari sebuah perjalanan ke Kebun Teh Kaligua kami mulai terjalin dalam sebuah ikatan persahabatan. Hingga saat kami melakukan perjalanan ke Dieng, aku yang semula hanya mengenal beberapa orang diantaranya dan mulai dapat mengenal satu per satu dari mereka. 

    Berikutnya, hari Sabtu tepatnya tanggal 16 April 2016 kemarin, aku dan teman - temanku kembali mengadakan holiday trip. Namun kali ini berbeda dengan sebelumnya. Yang semula bisa sampai 10-20 orang, kali ini kami hanya ber-enam.    Awalnya, entah siapa yang merekomendasikan untuk nge-trip kali ini. Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke "Kota Kembang". Ya Bandung. Destinasi pertama yang akan kami tuju itu Kawah Putih, Ciwidey. 
  Memulai perjalanan dari "Kota Bercahaya"ku sekitar pukul sepuluh malam. Yang sebelumnya sudah dihiasi rintik hujan yang mengawali perjalanan kami. 
Cukup lama di perjalanan, sekitar pukul tiga dini hari kami beristirahat sejenak di daerah Tasik. Dan kembali melanjutkan perjalanan selepas subuh. 

     Minggu, 17 April 2016
 Setelah melakukan perjalanan panjang dari Cilacap, pukul enam kami tiba di Bandung. Aku dan temanku memutuskan untuk beristirahat sejenak di kedai penjual bubur. Bubur khas Kota Kembang ini menjadi pilihan santapan kami di tengah dinginnya udara Bandung. Cukup mengenyangkan pikirku, karena ini porsi yang luar biasa sekali. Dengan harga yang cukup terjangkau, satu mangkuk itu berisi bubur dengan toping ayam, hati ayam, telur rebus dan tak ketinggalan pula krupuk sebagai pelengkapnya.
Lanjut cerita, kami pun melanjutkan perjalanan menuju daerah Ciwidey. Cukup jauh lagi, kami harus menempuh perjalanan dengan waktu kurang lebih dua jam. 
  Pukul sembilan, kami tiba di kawasan Ciwidey. Setibanya di sana, kami di tawarkan untuk memilih satu antara dua alternatif agar dapat menuju di lokasi Kawah Putih. 
Pilihan pertama, kendaraan yang kami naiki bisa langsung naik ke area parkir atas, dengan biaya Rp 150k. Sedangkan pilihan krdua, kendaraan yang kami naiki, parkir di area bawah. Dan untuk menuju Kawah Putih, kami diantar dengan kendaraan khas yang dinamai 'Ontang-anting'. Biayanya pun lebih terjangkau, per orang Rp 35k.
 Akhirnya rombonganku pun memutuskan naim 'ontang-anting'. Asyik juga pikirku, dengan kendaraan ini, kami menapaki jalan berliku dan juga naik.
Sekitar lima belas menit kami tiba di area Kawah Putih.
  Disuguhkan-Nya pemandangan yang begitu menakjubkan, yang membuatku tak hentinya berdecak kagum saat melihatnya. Masya allah, sungguh indah..
Tak satu pun terlewatkan untuk mengabadikan moment ini. 
Aku bersyukur dapat menghabiskan waktu bersama   mereka. Sahabat bahkan orang terdekatku. Aku harap, kebersamaan ini tak akan pernah berlalu. 
Aku harap moment sperti ini dapat menjadi kenangan, untuk kami simpan. Kenangan ini yang akan kami banggakan kelak ke anak-cucu kami.

#Sebuah_Kisah_Klasik
#aku_dan_mereka
#hujan_punya_cerita
#Kebun_teh_kaligua
#Sikunir_telagawarna_Dieng
#Kota_Kembang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Giveaway Suka suka : Tingkah Cowok yang Membuatmu Sensi

Aku, Kau dan Hujan _ Yossie Marya

Masa - Yossie Marya