Judul : Cinta Terakhir
Oleh : Yossie Marya

     Pagi itu, dingin seakan menusuk tulang - tulangku.
Mentari masih enggan menampakkan cahyanya.
Dengan bermalas - malasan, aku beranjak dari tempat tidurku. Dari balik tirai jendela di sudut kamar, ku dengar sayup - sayup burung nan berkicau.
     Entah setan apa yang merasuk dalam pikiranku hingga aku lebih memilih mengisolasi diri di dalam kamar.
Terlebih lagi jika tiba - tiba perkataan itu kembali terngiang.

***
    "Maaf, aku sudah tak dapat lagi mmpertahankan lagi cinta kita berdua" kata Rudi.
    "Tapi, aku masih ingin berjuang bersamamu!" Sahutku.
    "Tidak bisa, Ry! Walau bagaimanapun, aku dan kamu itu berbeda."
    "Apakah hanya karena kita berbeda lantas aku dan kamu tak lagi dapat menjadi kita?"
    "Maafkan aku atas keputusanini. Perbedaan itu yang harus pisahkan kita. "
     Saat lisanku tak dapat lagi terungkap. Tak terasa air mata telah basahi pipiku.
Dalam pelukmu ku masih saja terisak.

***
    Hingga detik ini, belum ada seseorangpun yang mampu menggantikanmu di hatiku. Aku akan tetap menyimpan cinta ini hanya untukmu. Sampai akhir waktu nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Giveaway Suka suka : Tingkah Cowok yang Membuatmu Sensi

Aku, Kau dan Hujan _ Yossie Marya

Masa - Yossie Marya